Obesitas Bukan Sekadar Bentuk Tubuh, Tapi Penyakit Berisiko Tinggi

Jul 4, 2026 - 21:10
 0  2
Obesitas Bukan Sekadar Bentuk Tubuh, Tapi Penyakit Berisiko Tinggi

Jakarta – Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar soal bentuk badan atau berat badan yang mempengaruhi penampilan, melainkan sebuah penyakit serius yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Ad
Ad

Dalam acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, Prof. Dante menyampaikan bahwa obesitas merupakan kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus.

“Obesitas bukan lagi soal berat badan yang mempengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker,”
ujarnya.

Faktor Genetik dan Pengaruhnya pada Obesitas

Menurut Prof. Dante, studi dari Human Genome Project menunjukkan bahwa pola gen dalam populasi dunia, termasuk gen penyebab obesitas, sudah teridentifikasi. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa individu lebih mudah mengalami kenaikan berat badan meskipun sudah menjaga pola makan.

  • Ada individu yang merasa cepat gemuk hanya dengan minum air saja.
  • Beberapa orang sudah menjaga pola makan tapi berat badan tetap naik.
  • Ini karena mereka membawa gen obesitas yang sudah terpola secara khusus dalam tubuhnya.

“Jadi ada orang yang punya pendapat 'ah saya minum air saja sudah gemuk', ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk'. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas,” jelasnya.

Pentingnya Pendekatan Multidisipliner dalam Penanganan Obesitas

Prof. Dante menekankan bahwa obesitas harus dikelola dengan pendekatan yang tepat dan menyeluruh, terutama melalui perbaikan pola makan dan gaya hidup.

  1. Perubahan pola makan yang baik dapat menurunkan berat badan sekitar 5 persen.
  2. Jika dikombinasikan dengan olahraga dan gaya hidup sehat, penurunan berat badan bisa mencapai 5-10 persen.
  3. Operasi bariatrik yang mengurangi kapasitas usus bisa menurunkan berat badan hingga 25-30 persen.

Selain itu, Prof. Dante menambahkan bahwa penggunaan obat-obatan khusus menjadi solusi penting pada kasus obesitas yang sulit diatasi dengan pola makan dan olahraga saja.

“Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen,”
ujarnya.

Peran Obat Resep Dokter dalam Mengelola Obesitas

Prof. Dante menjelaskan obat resep seperti tirzepatide bekerja dengan cara meningkatkan hormon incretin yang diproduksi oleh sel usus, yaitu GIP (oleh sel K) dan GLP-1 (oleh sel L). Kenaikan hormon ini secara supra-fisiologis mampu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki profil lipid dan gula darah.

“Karena itulah maka obesitas adalah penyakit, yang mesti dikelola dengan baik,” tegas Prof. Dante.

Penegasan ini semakin penting mengingat semakin banyak risiko kesehatan yang terkait obesitas, seperti penyakit ginjal, fatty liver, hingga komplikasi serius yang memerlukan penanganan bedah bariatrik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Prof. Dante menegaskan sebuah pergeseran paradigma penting dalam memahami obesitas. Selama ini, obesitas sering dipersepsikan hanya sebagai masalah estetika atau akibat gaya hidup semata. Namun, fakta ilmiah menunjukkan obesitas adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan memerlukan penanganan medis yang tepat.

Hal ini membuka peluang besar untuk intervensi medis yang lebih efektif, seperti penggunaan obat-obatan canggih dan operasi bariatrik, yang sebelumnya kurang mendapat perhatian publik. Namun, masyarakat juga harus memahami bahwa perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama dalam mengelola obesitas.

Ke depan, pendidikan kesehatan dan kebijakan publik harus mengakomodasi pemahaman baru ini agar program pencegahan dan penanganan obesitas bisa lebih menyeluruh dan berhasil. Selain itu, kewaspadaan terhadap komplikasi obesitas harus terus ditingkatkan untuk mengurangi beban penyakit kronis di Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap dan update tentang obesitas dan penanganannya, Anda bisa mengunjungi sumber resmi ANTARA News serta portal kesehatan terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad