Pengadilan AS Tolak Penyelidikan Kriminal Ketua The Fed Jerome Powell
Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) menolak penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang sebelumnya diajukan oleh Departemen Kehakiman. Keputusan ini memberikan angin segar bagi Powell, yang sempat dituduh memberikan kesaksian palsu terkait proyek renovasi gedung Federal Reserve.
Hakim Tolak Surat Panggilan Departemen Kehakiman kepada The Fed
Seperti dilaporkan oleh AP pada Minggu (15/3/2026), Hakim James Boasberg membatalkan surat panggilan yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman pada Januari lalu. Surat panggilan itu menuntut informasi dari The Fed seputar proyek renovasi gedung bank sentral AS.
"Pemerintah pada dasarnya tidak memiliki bukti sama sekali untuk mencurigai Ketua Powell melakukan kejahatan," tegas Hakim Boasberg dalam putusannya.
Ia juga menilai alasan pengeluaran surat panggilan tersebut sangat lemah dan tidak berdasar. Menurut Boasberg, tuduhan kesaksian palsu itu kemungkinan besar merupakan dalih untuk menekan Powell agar menurunkan suku bunga The Fed.
Latar Belakang Tuduhan dan Konflik dengan Gedung Putih
Investigasi ini bermula dari kesaksian Powell di depan Komite Perbankan Senat pada Juni 2025. Saat itu, Powell membantah bahwa renovasi gedung The Fed meliputi fitur-fitur mewah seperti taman di atap, lift khusus, dan fasilitas lainnya. Namun, pejabat pemerintah mengklaim rencana konstruksi memang mencakup elemen-elemen tersebut, yang kemudian memicu tuduhan bahwa Powell berbohong.
Hubungan antara Powell dan Presiden Donald Trump diketahui memburuk dalam beberapa tahun terakhir. The Fed dianggap tidak mau terlalu agresif menurunkan suku bunga sesuai dengan permintaan Gedung Putih. Hal ini menjadi latar belakang ketegangan yang berujung pada penyelidikan ini.
Reaksi Para Pihak dan Implikasi Keputusan Pengadilan
Putusan hakim Boasberg memblokir upaya Jaksa Agung AS Jeanine Pirro untuk memperoleh dokumen dan informasi dari The Fed terkait renovasi.
"Seorang hakim aktivis telah membatalkan surat panggilan tersebut, dan telah meniadakan kemampuan dewan juri untuk menyelidiki kejahatan," kecam Pirro, yang berencana mengajukan banding atas keputusan ini.
Selain itu, masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026. Presiden Trump dikabarkan telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon pengganti Powell, yang menandakan potensi perubahan besar dalam kebijakan moneter AS.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, putusan pengadilan ini bukan hanya soal pembebasan Ketua The Fed dari tuduhan kriminal, tetapi juga mencerminkan ketegangan yang mendalam antara independensi bank sentral dan tekanan politik dari eksekutif. Tuduhan yang dianggap lemah dan bermotif politis ini menunjukkan bagaimana kebijakan moneter dapat menjadi arena konflik kekuasaan yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi.
Lebih jauh, upaya menggunakan penyelidikan kriminal sebagai alat tekanan politik terhadap Ketua The Fed bisa berpotensi mengurangi kredibilitas institusi dan mengganggu kepercayaan pasar. Dengan masa jabatan Powell yang akan segera usai, keputusan ini juga membuka panggung bagi pergantian kepemimpinan yang mungkin membawa arah kebijakan yang berbeda.
Penting untuk terus memantau perkembangan banding yang diajukan Jaksa Agung, serta dinamika politik dan ekonomi yang menyertai transisi kepemimpinan The Fed. Bagaimana kebijakan suku bunga dan independensi bank sentral di masa depan akan berdampak besar pada perekonomian global dan domestik.
Dengan demikian, publik dan pelaku pasar perlu tetap cermat mengikuti isu ini, yang bisa menentukan arah ekonomi AS dan dunia dalam beberapa tahun ke depan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0