Properti Sebagai Investasi Stabil di Tengah Konflik Global: Apakah Benar?

Mar 4, 2026 - 11:34
 0  4
Properti Sebagai Investasi Stabil di Tengah Konflik Global: Apakah Benar?

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel baru-baru ini kembali memicu volatilitas tinggi di pasar global. Kondisi ini berdampak luas, termasuk pada berbagai instrumen investasi yang biasa menjadi pilihan investor. Di tengah ketidakpastian tersebut, investasi properti kerap disebut sebagai salah satu aset yang relatif stabil dibandingkan instrumen lain seperti saham. Namun, benarkah properti dapat berperan sebagai safe haven atau tempat berlindung investasi yang aman, terutama dalam konteks domestik?

Ad
Ad

Properti sebagai Aset Riil yang Lebih Stabil

Dalam dunia investasi, aset riil seperti properti memang memiliki keunggulan tertentu. Properti secara fisik memiliki nilai yang tidak mudah terdepresiasi secara drastis dalam jangka pendek, terutama saat pasar keuangan mengalami gejolak atau ketidakpastian. Hal ini membuat banyak investor memilih properti sebagai alternatif untuk mengamankan dana mereka saat terjadi shock di pasar saham atau pasar modal.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan dalam wawancara dengan Kompas.com bahwa meskipun properti sering dianggap stabil, aset ini tidak bisa disamakan dengan safe haven yang benar-benar likuid seperti emas atau dolar AS.

“Tapi perlu dibedakan juga. Properti ini bukan safe haven liquid seperti emas atau dolar. Jadi memang belum tentu dia mudah dilepas saat dijual,” ujar Ferry Salanto pada Senin (2/3/2026).

Dalam konteks ini, likuiditas menjadi faktor pembeda utama. Emas dan dolar AS mudah diperjualbelikan kapan saja dan cepat menjadi uang tunai, sementara properti membutuhkan proses waktu, biaya, dan seringkali mengalami hambatan dalam penjualan cepat.

Dampak Konflik Global terhadap Investasi Properti

Ketegangan geopolitik, seperti yang terjadi antara Iran, AS, dan Israel, memiliki efek domino pada berbagai sektor, termasuk pasar properti. Shock global ini biasanya membuat harga bahan baku konstruksi melonjak, yang secara langsung menaikkan biaya pembangunan dan perbaikan properti.

  • Lonjakan biaya konstruksi: Konflik yang membuat harga minyak dan logam naik, menyebabkan biaya pembangunan rumah dan gedung membengkak.
  • Perubahan permintaan pasar: Ketidakpastian ekonomi global mempengaruhi daya beli masyarakat dan investor sehingga ada potensi penurunan transaksi properti.
  • Pergeseran preferensi investasi: Investor mungkin mencari instrumen lebih likuid atau yang menawarkan return cepat selama masa krisis.

Meski demikian, properti di Indonesia cenderung memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan beberapa aset lain. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan hunian dan ruang usaha yang terus ada, serta nilai properti yang biasanya naik seiring waktu.

Apakah Properti Layak Jadi Safe Haven Domestik?

Meskipun properti memiliki keunggulan sebagai aset riil, dalam perspektif investasi, istilah safe haven biasanya merujuk pada instrumen yang tidak hanya stabil secara nilai, tetapi juga mudah dicairkan dan minim risiko turun drastis dalam waktu singkat.

Properti memang relatif stabil, tetapi:

  1. Likuiditas rendah: Penjualan properti memerlukan proses panjang, mulai dari negosiasi hingga administrasi legal.
  2. Biaya tinggi: Ada biaya pajak, notaris, dan potensi biaya perawatan yang harus diperhitungkan.
  3. Risiko pasar lokal: Kondisi ekonomi dan regulasi lokal sangat mempengaruhi nilai properti.

Karena itu, properti lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang menawarkan perlindungan nilai, bukan sebagai instrumen lindung nilai cepat saat krisis tiba.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, klaim bahwa properti adalah safe haven saat konflik global perlu dilihat dengan cermat. Memang, dalam konteks domestik, properti menyediakan keamanan nilai yang relatif baik dan potensi kenaikan harga jangka panjang. Namun, investor harus menyadari keterbatasan likuiditas dan biaya transaksi yang tinggi saat memilih properti sebagai tempat berlindung dana.

Selain itu, konflik geopolitik seperti antara Iran dan AS juga berdampak pada biaya produksi dan pasar properti. Kenaikan harga bahan baku konstruksi dapat memperlambat proyek pengembangan properti baru, yang berimbas pada penawaran dan harga di pasar. Hal ini harus menjadi perhatian penting bagi para pelaku industri dan investor properti.

Kedepannya, penting bagi investor untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis aset dalam portofolio mereka. Diversifikasi investasi dengan mempertimbangkan likuiditas dan risiko akan menjadi strategi terbaik menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.

Terus ikuti perkembangan pasar properti dan situasi geopolitik untuk mengambil keputusan investasi yang tepat dan terinformasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad