Anggota KKB Penembak Rombongan Tito Karnavian Pernah Bakar Mapolsek Pirime, Ini Rekam Jejaknya
Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Pulan Wonda alias Kamenak, yang terlibat dalam penembakan rombongan Mendagri Tito Karnavian saat masih menjabat Kapolda Papua pada 2012, akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Pegunungan. Penangkapan ini menguak rekam jejak panjang aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan Pulan bersama kelompoknya.
Rekam Jejak Kekerasan Pulan Wonda dalam KKB
Berdasarkan keterangan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, Pulan Wonda merupakan anggota kelompok Kodap XII Lanny Jaya yang sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO). Kelompok ini dikenal kerap menebar teror dan melakukan serangkaian penyerangan di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
"Pelaku diduga memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata," ujar Yusuf, Jumat (3/4/2026).
Beberapa catatan penting dari Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan bahwa Pulan pernah terlibat:
- Penyerangan di Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia, pada 2010 yang menewaskan 2 warga sipil dan melukai 2 lainnya.
- Serangan terhadap aparat Polri di Kampung Lumbuk Tingginambut pada 2010, mengakibatkan tiga polisi luka-luka, yakni Bripka Kamarul Huda, Brigadir Adam Anoh, dan Brigadir Hairudin Hamid.
- Penyerangan di Kampung Sanoba pada tahun yang sama, yang menewaskan Bripda (Anm) Ahmad Mualam dan melukai dua polisi lainnya.
- Terlibat kontak tembak di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Januari 2012 dan penyerangan lanjutan di Kampung Wandenggobak yang menyebabkan Briptu (Anm) Sukarno gugur.
- Pembakaran kantor Mapolsek Pirime dan perampasan senjata aparat pada 27 November 2012, yang mengakibatkan tewasnya tiga polisi, termasuk Ipda (Anm) Rolfi Takubessy (Kapolsek).
Penembakan Rombongan Tito Karnavian dan Aksi Teror Lainnya
Salah satu aksi paling menonjol adalah keterlibatan Pulan dalam penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Tito Karnavian, pada 28 November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.
Selain itu, teror yang dilakukan Pulan juga mengakibatkan kematian warga sipil Ferdy Turuallo di wilayah Tiom, Lanny Jaya, pada 3 Desember 2012. Pada 2014, pelaku kembali melancarkan serangan yang menyebabkan seorang anggota TNI dan seorang polisi terluka di Distrik Pirime.
Proses Penangkapan dan Ancaman Hukum
Pulan Wonda ditangkap di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, pada Jumat (2/4) sekitar pukul 12.12 WIT. Saat penangkapan, Pulan mencoba melarikan diri dan menabrak kendaraan petugas sehingga aparat memberikan tembakan terukur pada bagian kaki kanannya untuk melumpuhkan.
"Aparat telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku," ujar Yusuf.
Atas perbuatan tersebut, Pulan dijerat dengan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 479 ayat 3 juncto Pasal 308 ayat 3, yang mengancam hukuman pidana mati, seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
Aparat juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dan jaringan kelompok pelaku. Menurut Yusuf, keterangan tokoh masyarakat memastikan Pulan memang anggota KKB atau OPM yang beroperasi di wilayah tersebut.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penangkapan Pulan Wonda bukan hanya sekadar keberhasilan aparat dalam menindak pelaku kekerasan bersenjata, tetapi juga menjadi simbol penting dalam upaya menegakkan hukum di Papua Pegunungan. Rekam jejak panjang dan tingkat kekerasan yang dilakukan oleh Pulan menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya kelompok KKB ini dalam mengganggu keamanan dan ketertiban.
Selain itu, peristiwa ini membuka kembali perhatian publik terhadap tantangan keamanan yang masih dihadapi di wilayah tersebut, khususnya dalam menangani kelompok bersenjata yang telah lama beroperasi dan memiliki jaringan luas. Keberhasilan penangkapan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendekatan keamanan sekaligus pendekatan sosial dan ekonomi agar akar permasalahan konflik dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Ke depan, publik perlu mengawasi perkembangan proses hukum terhadap Pulan Wonda serta tindakan aparat dalam membongkar jaringan KKB lainnya. Perlu juga diperhatikan adanya kemungkinan eskalasi kekerasan sebagai reaksi dari kelompok tersebut, sehingga strategi keamanan harus tetap adaptif dan humanis.
Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terkini seputar penangkapan anggota KKB ini, Anda dapat membaca laporan lengkap di detikcom dan berita terkait di CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0