PBB Laporkan Kementerian Hukum ke Ombudsman atas Dugaan Maladministrasi Pengesahan DPP

Apr 23, 2026 - 10:48
 0  5
PBB Laporkan Kementerian Hukum ke Ombudsman atas Dugaan Maladministrasi Pengesahan DPP

Partai Bulan Bintang (PBB) secara resmi melaporkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) ke Ombudsman Republik Indonesia atas dugaan maladministrasi dalam proses pengesahan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB periode 2025-2030 versi Musyawarah Dewan Partai (MDP). Laporan ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan sengketa internal partai yang memengaruhi legitimasi pengurus pusat.

Ad
Ad

Dugaan Maladministrasi dalam Pengesahan Kepengurusan DPP PBB

Pengurus PBB hasil Muktamar VI Bali yang dipimpin oleh Ketua Umum Gugum Ridho Putra merasa proses pengesahan kepengurusan versi MDP tidak sesuai prosedur. M. Syahyan dan Afiat Ripai, yang menerima kuasa dari Gugum, menyampaikan laporan tersebut ke Ombudsman pada Rabu, 22 April 2026.

"Kami sudah melaporkan ke Ombudsman dugaan maladministrasi dalam proses pengesahan pengurus DPP PBB versi MDP," ujar Afiat Ripai dalam keterangannya.

Menurut Afiat, laporan ini bertujuan agar Ombudsman dapat menindaklanjuti dan mengklarifikasi apakah Kemenkum HAM benar melakukan maladministrasi atau kesalahan prosedur dalam pengesahan kepengurusan tersebut.

Ketua Umum PBB Minta Ombudsman Segera Tindaklanjuti

Gugum Ridho Putra, Ketua Umum DPP PBB hasil Muktamar VI Bali, menegaskan pentingnya Ombudsman segera memproses laporan tersebut. Gugum mengungkapkan bahwa kubu MDP telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepengurusan, sementara pihaknya yang merupakan hasil muktamar resmi belum mendapatkan respons dari Kemenkum HAM terkait surat klarifikasi yang telah dikirimkan.

"Kabar yang berkembang dari kubu MDP telah menerima SK kepengurusan. Kami telah mengirimkan surat klarifikasi resmi namun hingga hari ini, tidak ada jawaban dari Kementerian Hukum," jelas Gugum.

Situasi ini menimbulkan ketidakpastian dan potensi konflik internal yang dapat berdampak pada stabilitas organisasi PBB ke depan.

Sekjen PBB Tegaskan Pentingnya Kepatuhan Kemenkum HAM

Ali Amran Tanjung, Sekretaris Jenderal PBB, menambahkan laporan ke Ombudsman merupakan langkah untuk memastikan bahwa Kemenkum HAM menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Ali Amran menyoroti adanya kabar penerbitan SK Kepengurusan oleh kubu MDP yang hingga saat ini belum diperlihatkan secara resmi kepada pihaknya.

"Mudah-mudahan itu tidak terjadi. Tapi jika itu terjadi, tentu sangat kita sesalkan. Kita berharap Bapak Menteri Hukum benar-benar melaksanakan UU," ujarnya.

Konflik Internal PBB dan Implikasi Politik

Kisruh pengesahan kepengurusan DPP PBB ini bukan hanya menyangkut masalah administratif, tetapi juga berimplikasi pada kredibilitas partai menjelang periode kepengurusan 2025-2030. Sengketa antara kubu hasil Muktamar VI Bali dan versi MDP berpotensi menghambat konsolidasi politik internal dan menimbulkan ketidakpastian di mata publik maupun pemangku kepentingan.

Langkah melaporkan Kemenkum HAM ke Ombudsman menjadi cara strategis bagi kubu Gugum untuk menuntut transparansi dan keadilan dalam proses pengesahan kepengurusan, sekaligus menguji kinerja pemerintah dalam menegakkan aturan terkait partai politik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini mencerminkan tantangan serius dalam mekanisme pengesahan kepengurusan partai politik di Indonesia yang kerap mengalami konflik internal dan ketidakjelasan prosedural. Dugaan maladministrasi dalam proses legalisasi kepengurusan oleh Kementerian Hukum bukan hanya masalah administratif, tetapi berpotensi merusak kredibilitas lembaga pemerintah yang seharusnya menjadi penjamin keadilan dan kepastian hukum bagi partai politik.

Lebih jauh, situasi ini bisa menjadi preseden buruk apabila maladministrasi dibiarkan tanpa sanksi atau koreksi, sehingga memperburuk iklim demokrasi dan persaingan politik yang sehat. Publik perlu mengawasi lebih ketat kinerja Kemenkum HAM dalam mengatur dan mengesahkan struktur partai politik agar tidak terjadi intervensi yang merugikan salah satu pihak atau melanggar aturan.

Ke depan, penting bagi Ombudsman untuk segera memberikan rekomendasi tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut dan memicu konflik berkepanjangan di PBB. Selain itu, pembaruan sistem administrasi dan transparansi dalam pengesahan kepengurusan partai harus menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas politik nasional.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, simak terus berita politik terbaru dari CNN Indonesia dan sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad