Kolam Retensi Nanga-Nanga Segera Dibangun untuk Atasi Banjir Tahunan di Kendari
Kota Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara akan segera memiliki kolam retensi Nanga-Nanga sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir tahunan yang selama ini menjadi masalah serius di daerah tersebut. Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkomitmen memfasilitasi percepatan pembangunan infrastruktur ini demi memberikan perlindungan bagi warga Kendari.
Peran Komisi V DPR RI dalam Mempercepat Proyek Strategis
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait agar pembangunan kolam retensi dapat segera terealisasi. Dalam kunjungan di Kendari pada Rabu (22/4/2026), Ridwan menegaskan bahwa banjir yang sering melanda Kendari setiap musim hujan memerlukan penanganan serius dan kolam retensi menjadi solusi strategis.
"Kami akan mengundang wali kota atau gubernur untuk membicarakan masalah ini ke kementerian," ujar Ridwan.
Menurutnya, kolam retensi Nanga-Nanga merupakan proyek strategis yang diharapkan menjadi penyelamat Kendari dari ancaman banjir tahunan melalui sistem pengendalian air yang berbasis ekosistem.
Fungsi Kolam Retensi dan Dampak Positif bagi Masyarakat
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut baik percepatan pembangunan ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab keluhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan solusi strategis yang akan membawa manfaat jangka panjang.
"Ini adalah langkah strategis. Kami sangat berterima kasih kepada Komisi V DPR RI yang telah membawa aspirasi kami ke level pusat," ungkap Siska.
Proyek kolam retensi Nanga-Nanga diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp385,34 miliar dengan spesifikasi teknis yang sangat signifikan. Kolam ini dirancang mampu menampung 1,58 juta meter kubik air di atas lahan seluas 45,54 hektare, dan diproyeksikan mampu memangkas debit banjir hingga 54,14 persen.
Dengan kapasitas tersebut, kolam retensi ini akan menjaga wilayah hilir tetap kering saat curah hujan tinggi, memberikan perlindungan yang krusial bagi penduduk dan infrastruktur kota.
Selain fungsi utama sebagai pengendali banjir, kolam retensi Nanga-Nanga juga dirancang sebagai Pusat Olahraga & Rekreasi yang menyediakan ruang terbuka publik baru bagi warga Kendari. Kawasan ini akan menjadi kawasan konservasi yang menjaga cadangan air tanah dan kualitas lingkungan di sekitarnya, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem.
Proses dan Target Penyelesaian Proyek
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Adenan Rasy, menambahkan bahwa pemerintah saat ini fokus pada pembaruan penetapan lokasi dan proses pembebasan lahan yang diharapkan rampung pada tahun 2026.
"Pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga diharapkan menjadi tonggak sejarah transformasi infrastruktur Kota Kendari yang lebih tangguh, modern, dan berkelanjutan," ujarnya.
Dengan target penyelesaian yang jelas, kolam retensi ini akan menjadi model pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan fungsi sosial dan lingkungan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, percepatan pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga merupakan langkah krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan intensitas hujan yang makin tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Proyek ini bukan hanya soal mitigasi bencana semata, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dengan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pengurangan debit banjir sebesar 54,14 persen adalah capaian signifikan yang dapat mengurangi kerugian ekonomi dan sosial akibat banjir. Namun, keberhasilan proyek ini juga sangat bergantung pada kelancaran proses pembebasan lahan dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan harus terus mengawal implementasi proyek ini agar kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga sebagai ruang publik yang meningkatkan kesejahteraan warga Kendari. Proyek ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah banjir serupa.
Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini tentang proyek ini, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di ANTARA News Sultra dan berita terkait dari Kompas.
Dengan adanya kolam retensi Nanga-Nanga, Kota Kendari diharapkan menjadi lebih tangguh menghadapi bencana banjir di masa depan sekaligus menyediakan ruang hijau yang bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0