Kader Posyandu Kotim Didorong Edukasi Masyarakat Bersihkan Drainase Cegah Banjir

May 21, 2026 - 16:30
 0  3
Kader Posyandu Kotim Didorong Edukasi Masyarakat Bersihkan Drainase Cegah Banjir

Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau para kader posyandu untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan drainase guna mencegah banjir. Imbauan ini disampaikan menyusul sering terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kota Sampit yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Ad
Ad

Peran Kader Posyandu dalam Edukasi Kebersihan Lingkungan

Ketua TP Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor, menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak dalam pembangunan yang berkelanjutan, termasuk dalam menjaga kebersihan drainase. Ia menyatakan, "Kader diharapkan bisa ikut mengedukasi masyarakat di wilayah masing-masing. Tolok ukur di kelurahan maupun desa sering kali dilihat dari kadernya. Ini juga alasan pemerintah membentuk 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), karena kader adalah salah satu ujung tombak tercapainya pembangunan di Indonesia."

Khairiah memberikan arahan ini saat melakukan pembinaan program Posyandu 6 SPM di Posyandu Anggur, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Kamis (21/5/2026). Program 6 SPM ini memperluas peran kader posyandu yang tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup aspek lingkungan seperti pengelolaan drainase dan sanitasi.

Masalah Drainase Tersumbat dan Dampaknya pada Banjir

Menurut Khairiah, banjir yang sering melanda Sampit bukan hanya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, tetapi juga karena drainase yang tersumbat oleh sampah rumah tangga dan daun kering. Kondisi ini menghambat aliran air sehingga memperparah potensi banjir.

"Dalam enam bidang SPM terdapat sektor pekerjaan umum yang berkaitan langsung dengan persoalan drainase dan sanitasi lingkungan, sehingga kader posyandu diharapkan dapat membantu pemerintah menyampaikan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kebiasaan membuang sampah sembarangan ke selokan atau parit. Hal ini menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air.

  • Larangan membuang sampah rumah tangga dan daun kering ke selokan
  • Pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan
  • Pengelolaan sampah organik dengan cara dikubur agar menjadi pupuk alami
  • Penghindaran pembakaran sampah untuk mencegah polusi udara

Tanggung Jawab Bersama dalam Pencegahan Banjir

Khairiah mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah ketika terjadi banjir, sebab penanggulangan banjir memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan, "Nanti ketika banjir menyalahkan pemerintah, padahal drainase kita sendiri penuh dengan sampah. Maka dari itu tolong perhatiannya. Karena untuk mengatasi permasalahan seperti banjir itu perlu tanggung jawab bersama. Kalau hanya mengharap pemerintah agak sulit, apalagi sekarang sedang efisiensi anggaran."

Sebagai kelompok yang paling dekat dengan aktivitas rumah tangga, Khairiah khususnya mengimbau para ibu rumah tangga agar lebih peduli dalam pengelolaan sampah, terutama sampah dapur dan hasil menyapu halaman.

"Ibu-ibu ini adalah kadang-kadang pengumpul sampah itu karena mereka di dapur, jadi tolong sampahnya ketika selesai memasak atau membersihkan halaman tolong dibuang ke tempat semestinya," pungkasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dorongan agar kader posyandu turut berperan dalam edukasi kebersihan drainase merupakan langkah strategis yang tepat dalam menghadapi persoalan banjir yang berulang di wilayah Kotim, khususnya Sampit. Kader posyandu yang selama ini fokus pada kesehatan ibu dan anak kini diberi ruang untuk memperluas perannya sebagai agen perubahan sosial yang peduli terhadap lingkungan.

Namun, tantangan terbesar terletak pada peningkatan kesadaran masyarakat yang selama ini masih rendah dalam pengelolaan sampah dan perawatan drainase. Bila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, risiko banjir akan terus berulang dengan dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Ke depan, proses edukasi ini harus didukung dengan program-program nyata dari pemerintah daerah, seperti pengadaan fasilitas pembuangan sampah yang memadai dan peningkatan kapasitas pengelolaan drainase. Masyarakat juga perlu diberikan insentif dan dorongan agar berperilaku ramah lingkungan, sehingga upaya pencegahan banjir bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan komitmen bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca berita asli di ANTARA News Kalteng dan mengikuti perkembangan terkini mengenai upaya pencegahan banjir di Kotawaringin Timur.

Dengan kolaborasi yang kuat antara kader posyandu, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan kelak banjir di Kotim dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad