Mantan CEO dan CFO Perusahaan AI Bangkrut Didakwa Penipuan Rp6,3 Triliun

Apr 18, 2026 - 07:30
 0  4
Mantan CEO dan CFO Perusahaan AI Bangkrut Didakwa Penipuan Rp6,3 Triliun

Mantan CEO dan CFO perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bangkrut, iLearningEngines, resmi didakwa melakukan penipuan besar-besaran terhadap investor dan pemberi pinjaman. Mereka dituduh merekayasa hampir seluruh hubungan pelanggan dan pendapatan perusahaan, yang mencapai angka sangat fantastis, yakni Rp6,3 triliun (sekitar 421 juta USD) pada tahun 2023.

Ad
Ad

Detail Dakwaan Terhadap Mantan Pimpinan iLearningEngines

Menurut laporan resmi pengadilan di Brooklyn, New York, dakwaan terhadap Puthugramam Chidambaran (57), pendiri sekaligus mantan CEO iLearningEngines, dan mantan CFO Sayyed Farhan Ali Naqvi (44), mencakup 10 tuduhan kriminal, di antaranya :

  • Menjalankan operasi kejahatan keuangan berkelanjutan
  • Penipuan sekuritas
  • Penipuan melalui transmisi elektronik (wire fraud)
  • Konspirasi melakukan penipuan sekuritas dan wire fraud

Kedua terdakwa telah ditangkap, Chidambaran di Potomac, Maryland, dan Naqvi di San Jose, California. Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Modus Operandi: Pendapatan dan Pelanggan Palsu

iLearningEngines dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan teknologi AI untuk otomasi bisnis dan edukasi digital. Produk utamanya berupa platform pelatihan berbasis AI yang diklaim digunakan oleh berbagai institusi, termasuk perusahaan kesehatan dan sekolah.

Namun, menurut dakwaan, hampir 90% dari pendapatan Rp6,3 triliun yang dilaporkan tahun 2023 adalah hasil rekayasa. Mereka menggunakan kontrak palsu dan transaksi "round trip"—uang yang dipinjam dari investor dialirkan ke "pelanggan" palsu, lalu dikembalikan ke perusahaan sebagai pendapatan.

"Sementara terdakwa memasarkan iLearning sebagai revolusi pelatihan dan pendidikan berbasis AI, bagian yang benar-benar 'artificial' adalah pelanggan dan pendapatan iLearning," ujar Jaksa AS Joseph Nocella Jr.

Perusahaan ini sempat melantai di Nasdaq pada April 2024 dengan nilai pasar mencapai USD 1,5 miliar (sekitar Rp22 triliun). Namun, keraguan mulai muncul setelah seorang short-seller ternama mempertanyakan keaslian pendapatan mereka.

Kebangkrutan dan Dampak Kejadian

Setelah kontroversi tersebut, iLearningEngines mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Bab 11 pada Desember 2024, kemudian beralih ke likuidasi Bab 7 pada Maret 2025. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi investor dan pelaku industri teknologi terkait risiko dari perusahaan yang mengklaim teknologi mutakhir namun melakukan penipuan keuangan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus iLearningEngines bukan hanya soal penipuan finansial biasa, melainkan cermin dari risiko serius di industri teknologi yang sedang berkembang pesat seperti AI. Ketergantungan investor pada klaim teknologi tanpa verifikasi menyeluruh membuka ruang bagi praktik kecurangan yang merugikan banyak pihak.

Selanjutnya, kasus ini juga menunjukkan perlunya regulasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi, khususnya yang mengklaim memiliki inovasi canggih. Investor dan regulator harus lebih waspada terhadap perusahaan yang pendapatannya tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Ke depan, publik perlu mengawal perkembangan kasus ini karena dapat menjadi preseden penting bagi pengawasan industri AI dan startup teknologi di Indonesia maupun global. Selain itu, pelajaran penting adalah pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam bisnis teknologi agar kepercayaan publik tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad