Google AI Gagal Menjalankan Tugas Sederhana yang Harusnya Mudah Dilakukan Komputer

Apr 4, 2026 - 15:20
 0  3
Google AI Gagal Menjalankan Tugas Sederhana yang Harusnya Mudah Dilakukan Komputer

Kecanggihan kecerdasan buatan (AI) saat ini memungkinkan kita berbicara dengan komputer menggunakan bahasa alami untuk meminta berbagai fungsi. Namun, hal sederhana yang seharusnya mudah dilakukan komputer—seperti memblokir situs tertentu dalam daftar rekomendasi berita—ternyata menjadi tantangan besar bagi AI Google.

Ad
Ad

Fitur "Tailor your feed" Google yang Bermasalah

Google, perusahaan senilai 3,5 triliun dolar AS yang menguasai algoritma pencarian internet dan peramban web terbesar, memperkenalkan fitur "Tailor your feed" beberapa bulan lalu. Fitur ini hadir dalam bentuk prompt chat yang mengajak pengguna mengetik permintaan seperti "Berikan saya update terkini tentang bola basket kampus" untuk mengatur konten yang muncul di Discover feed.

Discover feed sendiri adalah daftar rekomendasi berita yang muncul saat membuka tab baru di Chrome, serta di aplikasi Google dan perangkat Android.

Meski fitur ini eksperimental dan harus diaktifkan secara manual, pengalaman pengguna justru menunjukkan bahwa fitur ini membingungkan dan mengecewakan. Penulis mencoba memanfaatkan fitur ini untuk memblokir tautan dari situs X.com karena tidak ingin melihat konten negatif di tengah pencarian informasi ringan seperti tempat brunch baru.

Ketidakmampuan AI Google Memblokir Situs

Permintaan memblokir situs tertentu di fitur ini hanya menghasilkan jawaban ambigu seperti:

"Anda tidak akan melihat sebanyak sebelumnya dari X.
Tapi saya tidak bisa menjamin Anda tidak akan melihat sama sekali."

Penulis bukan satu-satunya yang mengalami hal ini. Diskusi di Reddit menunjukkan banyak pengguna lain juga merasa fitur ini tidak efektif, karena meski jumlah konten dari X berkurang, situs tersebut tetap muncul di feed. Bahkan, menurut salah satu pengguna Reddit, hanya ada sedikit perbaikan dan AI harus sering diingatkan kembali untuk mengurangi konten tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah Google sengaja mempertahankan situs mitra yang bermasalah agar tetap muncul, ataukah AI yang dikembangkan memang sangat terbatas sehingga tidak mampu membuat daftar blokir (blocklist) sederhana?

Seharusnya Memblokir Situs Adalah Hal Dasar

Di era internet sekarang, daftar blokir adalah fitur yang sangat dasar dan umum. Google Chrome sendiri sudah memiliki blocklist untuk situs berbahaya, antivirus juga menggunakan konsep serupa, dan bahkan peramban Internet Explorer sudah menerapkan blocklist sejak 1996.

Jadi, jika AI Google tidak mampu melakukan hal sesederhana ini, maka ada masalah serius dalam pengembangan teknologi mereka. Pernyataan "Saya tidak bisa menjamin Anda tidak akan melihat sama sekali" seharusnya tidak ada karena melakukan penolakan mutlak (zero tolerance) harusnya lebih mudah secara teknis daripada jawaban ambigu.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kegagalan Google AI dalam menjalankan tugas sederhana ini menggambarkan masalah mendalam di balik ambisi besar perusahaan teknologi dalam mengendalikan pengalaman pengguna lewat algoritma. Alih-alih memberikan kontrol penuh pada pengguna, teknologi saat ini justru memperlihatkan keterbatasan dan bahkan ketidakpedulian terhadap kebutuhan pengguna.

Di satu sisi, ini memperlihatkan bahwa kecanggihan AI yang diumumkan selama ini masih jauh dari sempurna ketika harus mengeksekusi instruksi yang sebenarnya sudah menjadi standar teknologi sejak lama. Di sisi lain, hal ini menjadi peringatan bahwa ketergantungan pada algoritma besar tanpa opsi kontrol transparan bisa merugikan pengalaman digital masyarakat luas.

Ke depan, publik dan pembuat kebijakan perlu menuntut transparansi dan kemampuan kontrol yang nyata terhadap algoritma rekomendasi. Sementara itu, pengguna yang merasa frustrasi dengan rekomendasi otomatis seperti ini dapat mempertimbangkan kembali untuk mematikan fitur tersebut dan beralih ke teknologi klasik seperti RSS feed yang memberikan kontrol lebih besar.

Untuk informasi lebih lengkap dan detail, Anda bisa membaca laporan lengkapnya langsung di PC Gamer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad