Ancaman AI Terus Tekan Saham Software, Proyeksi Baru Anthropic Picu Kekhawatiran

Apr 10, 2026 - 03:00
 0  5
Ancaman AI Terus Tekan Saham Software, Proyeksi Baru Anthropic Picu Kekhawatiran

Ancaman kecerdasan buatan (AI) terhadap saham software tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Hal ini terlihat dari penurunan saham sektor software yang berlanjut setelah pembaruan produk dan proyeksi pendapatan terbaru yang dirilis oleh Anthropic, perusahaan AI yang tengah naik daun. Investor kembali diliputi kekhawatiran akan datangnya hari kiamat bagi saham software di tengah gelombang inovasi AI yang semakin agresif.

Ad
Ad

Penurunan Saham Software dan ETF IGV

Saham software kembali melemah pekan ini, tercermin dari iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang turun pada hari Rabu dan Kamis, meski pasar secara umum sempat rally tajam setelah pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump. Hingga pekan ini, IGV telah turun lebih dari 4%. Beberapa saham bahkan terpukul lebih dalam, seperti Workday dan Intuit yang masing-masing turun lebih dari 15% dalam pekan ini.

Proyeksi Pendapatan Anthropic yang Mencengangkan

Sentimen negatif di pasar software muncul setelah Anthropic mengumumkan bahwa run rate pendapatannya kini melebihi 30 miliar dolar AS, naik dari 9 miliar dolar AS pada akhir 2025. Selain itu, Anthropic merilis pembaruan terkait alat agentic terbaru mereka, termasuk Claude Managed Agents, yang dirancang untuk mempercepat waktu pengembangan agen AI oleh para developer.

Berita ini memicu kembali kekhawatiran bahwa inovasi AI jenis ini dapat mengganggu model bisnis software tradisional. Ben Reitzes, kepala riset teknologi di Melius Research, menyatakan dalam catatan risetnya:

"Pembaharuan dari Anthropic sungguh mengejutkan. Pertumbuhan eksponensial yang kita lihat ini berasal dari mulai tokenisasi software untuk menggantikan dan memperkuat tenaga kerja dengan potensi pasar yang mencapai puluhan triliun dolar. Ini baru inning pertama — dan narasi Anda harus selaras dengan pertumbuhan eksponensial ini agar saham Anda bisa berkinerja."

Menurut Reitzes, pasar sudah mulai memahami situasi di sektor SaaS (software as a service), namun belum sepenuhnya memproyeksikan dampak disruptif AI yang akan datang.

Tekanan dan Tantangan bagi Perusahaan Teknologi Besar

Sektor software menghadapi tekanan besar sepanjang tahun ini karena kekhawatiran bahwa AI agentic dapat membuat model SaaS tradisional menjadi usang. ETF IGV telah turun lebih dari 35% dari puncak tertingginya dan 28% lebih rendah sepanjang 2026.

Proyeksi Anthropic mengindikasikan bahwa gangguan akibat AI belum sepenuhnya tercermin di harga saham. Reitzes memperkirakan otomasi alur kerja dapat memberi dampak negatif bahkan pada perusahaan teknologi terbesar, seperti yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven.

Misalnya, Microsoft harus membuktikan kemampuannya dalam membangun model AI frontier sendiri karena produk 365 mereka berisiko terdampak oleh pemutusan hubungan kerja yang mungkin terjadi di kalangan pekerja kantoran. Amazon juga menghadapi ancaman di bisnis ritel akibat AI agentic, sementara strategi AI Meta bersaing langsung dengan Anthropic.

Reaksi Investor dan Prospek Pasar Software

Banyak investor yang percaya bahwa saham software belum mencapai titik terendah dan sedang berusaha mencari perusahaan yang berpotensi menjadi pemenang dalam revolusi AI ini. Namun, ada juga yang memilih menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil posisi kembali.

"Saya cukup yakin tidak semua perusahaan software akan kalah, tapi saya juga yakin akan banyak yang gagal," kata John Belton, manajer portofolio GGRW ETF di Gabelli Funds. "Saya tetap menjaga eksposur ke software rendah sampai ada tanda-tanda sentimen mulai stabil atau membaik."

Potensi Keuntungan di Sektor Hardware

Sementara itu, jelas bahwa sektor hardware, khususnya semikonduktor, bisa menjadi pemenang utama dari perkembangan AI saat ini. ETF VanEck Semiconductor (SMH) mencatat kenaikan signifikan lebih dari 9% dalam rally pekan ini hingga Kamis.

Menurut Reitzes, "SaaS harus dihindari" untuk saat ini karena risiko disruptif yang sangat besar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perkembangan terbaru dari Anthropic ini bukan sekadar berita tentang angka pendapatan yang mengesankan, melainkan sinyal kuat bahwa lanskap industri software akan mengalami transformasi besar. Investor dan perusahaan software harus bersiap menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat teknologi AI yang semakin canggih dan mampu mengotomasi banyak fungsi yang sebelumnya memerlukan tenaga manusia.

Hal ini menandai awal era baru di mana model bisnis tradisional software-as-a-service harus beradaptasi atau berisiko kehilangan relevansi. Perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Amazon yang selama ini menjadi pilar industri teknologi harus segera membuktikan kemampuan inovasi AI mereka agar tidak tertinggal. Sementara itu, investor yang cerdas akan mulai mengalihkan perhatian ke sektor hardware yang menopang ekosistem AI, seperti semikonduktor, yang diperkirakan akan terus tumbuh seiring permintaan komputasi AI yang melonjak.

Ke depan, pasar akan sangat dinamis dan volatil. Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan teknologi AI dan reaksi pasar secara seksama, karena gelombang disruptif ini berpotensi merombak tatanan pasar software global secara fundamental.

Untuk informasi lebih lengkap dan detail, Anda dapat membaca laporan asli dari CNBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad