Ancaman Siber AI Mythos Anthropic: Powell dan Bessent Bahas Bersama CEO Bank Besar AS

Apr 10, 2026 - 21:40
 0  4
Ancaman Siber AI Mythos Anthropic: Powell dan Bessent Bahas Bersama CEO Bank Besar AS

Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menggelar pertemuan penting dengan para pimpinan bank terbesar di AS untuk membahas potensi ancaman siber yang timbul dari peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Mythos, yang dikembangkan oleh perusahaan Anthropic.

Ad
Ad

Menurut informasi yang diperoleh CNBC, pertemuan ini berlangsung di Washington D.C. pada Selasa lalu dan dihadiri oleh CEO dari sejumlah institusi keuangan utama. Para pimpinan bank ini sedang berada di ibu kota AS untuk mengikuti rapat Dewan Financial Services Forum ketika panggilan mendadak untuk membahas isu Mythos disampaikan.

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menjadi satu-satunya pimpinan bank besar yang tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, CEO Bank of America Brian Moynihan, Jane Fraser dari Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, Ted Pick dari Morgan Stanley, dan Charlie Scharf dari Wells Fargo hadir dalam acara yang berlangsung di Departemen Keuangan AS ini.

Peluncuran Terbatas Claude Mythos Preview

Anthropic resmi meluncurkan model AI terbaru bernama Claude Mythos Preview secara terbatas awal pekan ini. Peluncuran ini sengaja dibatasi karena adanya kekhawatiran bahwa kemampuan canggih model tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku peretasan untuk melakukan serangan siber yang lebih kompleks dan berbahaya.

Proyek peluncuran ini juga melibatkan beberapa mitra teknologi dan keuangan besar, termasuk JPMorgan Chase, Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia, yang bersama-sama menginisiasi inisiatif keamanan siber bernama Project Glasswing.

Seorang pejabat Anthropic menyatakan kepada CNBC bahwa mereka terus berkomunikasi dengan berbagai lembaga pemerintah AS, seperti Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) dan Center for AI Standards and Innovation, untuk membahas potensi risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh Claude Mythos Preview.

Risiko dan Peluang Keamanan Siber

Beberapa waktu lalu, saham-saham di sektor keamanan siber mengalami tekanan setelah Fortune menemukan draf posting blog dari Anthropic yang mengungkap kemampuan siber canggih dari model Mythos serta risiko-risiko potensial yang mungkin muncul.

"Bahaya jika kita salah langkah jelas nyata, tapi jika kita berhasil, ada kesempatan nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman daripada sebelumnya dengan adanya kemampuan siber bertenaga AI," tulis CEO Anthropic, Dario Amodei, dalam sebuah posting di platform X bersamaan dengan peluncuran Project Glasswing.

Perlu dicatat, Anthropic sudah pernah mengalami kasus di mana model AI-nya digunakan oleh kelompok peretas untuk melancarkan serangan otomatis. Pada November lalu, perusahaan mengungkap bahwa sebuah kelompok dari China menggunakan Claude untuk mengotomatisasi serangan terhadap target pemerintah dan korporasi.

Selain itu, Anthropic juga sedang menghadapi sengketa hukum dengan Departemen Pertahanan AS yang mengklasifikasikan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional. Upaya Anthropic untuk menangguhkan pelabelan tersebut secara sementara baru-baru ini ditolak oleh pengadilan banding federal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pertemuan mendadak yang melibatkan pejabat tinggi pemerintah AS bersama para CEO bank besar ini menandakan betapa seriusnya pemerintah menyikapi potensi ancaman keamanan siber yang muncul dari kemajuan AI. Model seperti Mythos, dengan kemampuan canggihnya, memang membuka peluang baru dalam produktivitas dan inovasi, namun juga memperbesar risiko eksploitasi yang bisa mengguncang stabilitas keuangan dan keamanan nasional.

Selain itu, keterlibatan berbagai perusahaan teknologi raksasa dalam Project Glasswing menunjukkan adanya upaya kolaboratif untuk membangun standar dan perlindungan yang lebih baik di era AI. Namun, ketegangan hukum antara Anthropic dan Departemen Pertahanan juga mengindikasikan bahwa regulasi dan kebijakan terkait AI masih sangat dinamis dan rawan konflik kepentingan.

Selanjutnya, publik dan pelaku industri sebaiknya terus memantau perkembangan regulasi serta inovasi keamanan siber berbasis AI. Upaya mitigasi risiko harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi agar manfaat AI dapat dimaksimalkan tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan publik.

Untuk informasi lebih lengkap terkait pertemuan ini dan perkembangan AI keamanan siber, Anda dapat membaca laporan asli CNBC di situs resmi CNBC dan berita terkini dari Bloomberg.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad