Trump Bagikan Video AI Buang Stephen Colbert ke Tempat Sampah dan Menari

May 23, 2026 - 21:40
 0  7
Trump Bagikan Video AI Buang Stephen Colbert ke Tempat Sampah dan Menari

Presiden Donald Trump pada Jumat malam membagikan sebuah video yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sedang melempar host lama acara malam hari, Stephen Colbert, ke dalam tempat sampah dan kemudian menari. Aksi ini menandai penggunaan terbaru Trump terhadap AI sebagai alat untuk mengejek lawan politiknya.

Ad
Ad

Video tersebut diunggah ke platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam video tersebut, nampak Colbert sedang berada di atas panggung untuk rekaman episode terakhir "The Late Show with Stephen Colbert". Secara tiba-tiba, Trump datang dari belakang, memegang bahu Colbert, lalu melemparnya ke dalam tempat sampah. Setelah menutup tutup tempat sampah, Trump menari dengan lagu Village People berjudul "YMCA" sebagai latar musik.

Tak hanya itu, akun resmi Gedung Putih di platform X (dulu Twitter) juga membagikan video tersebut dengan caption singkat, "Sampai jumpa." Ini menegaskan dukungan resmi pemerintahan Trump terhadap unggahan tersebut.

Trump Rayakan Akhir "The Late Show"

Trump sebelumnya sudah menyambut berakhirnya "The Late Show" yang selesai tayang pada Kamis malam. Sebelumnya, ia memuji keputusan Paramount Skydance untuk memecat Colbert, yang dikenal sering mengkritik Trump.

"Colbert akhirnya selesai di CBS," tulis Trump di Truth Social pada Jumat pagi. "Luar biasa dia bertahan lama! Tidak berbakat, tanpa rating, tanpa kehidupan. Dia seperti orang mati. Siapapun yang diambil dari jalanan akan lebih baik daripada orang tolol ini. Syukurlah dia akhirnya pergi!"

Trump juga menyebut bahwa kepergian Colbert merupakan "awal dari akhir" bagi pembawa acara malam hari lain yang kritis terhadap dirinya.

"Yang lain, bahkan dengan bakat yang lebih sedikit, akan segera menyusul," tambah Trump. "Semoga mereka semua beristirahat dengan damai!"

Episode Terakhir Colbert dan Penutupan Acara

Pada Kamis, Colbert menutup 11 tahun kariernya di CBS tanpa menyisipkan lelucon politik dalam episode terakhirnya. Sebagai gantinya, ia menghadirkan beberapa penampilan tamu dari aktor dan komedian terkenal. Colbert bahkan tampil bersama mantan anggota The Beatles, Paul McCartney, menyanyikan lagu "Hello, Goodbye" sebagai tanda perpisahan.

Paul McCartney mengenang pengalamannya bersama The Beatles saat tampil di "The Ed Sullivan Show" pada tahun 1964 dan bagaimana mereka merasa bingung dengan Amerika Serikat pada masa itu.

"Tanah kebebasan, demokrasi terbesar," ujar McCartney. "Itulah yang terjadi dulu, dan semoga masih tetap demikian."

Pembatalan dan Kontroversi "The Late Show"

Paramount, induk perusahaan CBS, mengumumkan pembatalan "The Late Show" pada tahun lalu. Paramount dimiliki oleh Larry dan David Ellison, ayah dan anak yang merupakan sekutu Trump.

Paramount menyebut alasan finansial sebagai dasar pembatalan acara tersebut. Namun, banyak pengamat melihat keputusan ini sebagai bentuk menyerah pada tekanan pemerintahan Trump, terutama terkait pengaruh Trump atas merger Paramount-Skydance. Trump juga memberikan pujian terhadap arah yang diambil perusahaan terhadap CBS News.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penggunaan video AI oleh Trump untuk menyerang Stephen Colbert bukan sekadar hiburan atau sindiran biasa. Ini menunjukkan bagaimana teknologi baru seperti kecerdasan buatan mulai dimanfaatkan dalam perang opini politik dengan cara yang semakin personal dan provokatif. Deepfake dan video AI dapat membuka peluang manipulasi lebih luas yang berpotensi membingungkan publik dan memperkeruh suasana politik.

Selain itu, keputusan Paramount membatalkan "The Late Show" yang kontroversial juga memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh politik dan finansial dalam industri media. Hal ini menjadi pertanda bahwa kebebasan berekspresi di media hiburan malam hari bisa terancam oleh tekanan dari pihak-pihak berkuasa dan kepentingan bisnis.

Ke depan, publik perlu mengawasi bagaimana teknologi AI digunakan dalam politik serta menuntut transparansi dan regulasi agar tidak disalahgunakan. Sementara itu, dunia hiburan juga harus waspada terhadap intervensi yang bisa mengubah wajah jurnalisme dan satire politik secara drastis.

Untuk informasi terkini dan perkembangan lebih lanjut, kunjungi sumber asli berita dan sumber berita terpercaya seperti CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad