30 Nakes di Banggai Ikuti Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular

Oct 13, 2026 - 13:00
 0  1
30 Nakes di Banggai Ikuti Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular
BERITABANGGAI.COM, LUWUK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) Angkatan 2. Pelatihan dilaksanakan selama tujuh hari efektif, mulai 26 September hingga 3 Oktober 2026, di Hotel Santika Luwuk. Kegiatan ini diikuti 30 tenaga kesehatan yang berasal dari Puskesmas se-Kabupaten Banggai. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasita Datuadam, menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari transformasi layanan kesehatan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan sejak tahun 2022. Transformasi tersebut mengubah paradigma pelayanan di puskesmas, dari yang semula berbasis penyakit atau program, menjadi pelayanan yang terintegrasi dan komprehensif dalam lima klaster berdasarkan siklus hidup. “Pandu PTM ini menjadi alur pikir baru dalam pelayanan di FKTP. Mulai dari identifikasi faktor risiko melalui anamnesis, pengukuran, pemeriksaan prediksi risiko, hingga penegakan diagnosis, rujukan, dan rujuk balik setelah kondisi stabil,” jelas Nurmasita. Kementerian Kesehatan sendiri telah mengembangkan layanan Pandu PTM untuk memperkuat deteksi dini, diagnosis dini, dan pengobatan dini penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Adapun tujuan dari pelatihan ini agar peserta mampu melakukan penanggulangan PTM terpadu, surveilans pelayanan terpadu PTM, serta monitoring dan evaluasi Pandu PTM di puskesmas masing-masing. Selama pelatihan, peserta dibekali materi oleh fasilitator yang kompeten di bidangnya. Narasumber di antaranya Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Hj. Nurmasita Datu Adam, S.Kep., Ns, Evi Hinelo, SKM,MAP dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Lucky Berty Robby Rondonuwu dari Dinas Kesehatan rovinsi Sulawesi Tengah. Pemateri lainnya adalah Kabid P2P Moh. Rizal, S.Kep., MM, dokter spesialis penyakit dalam dr. Ernita Kamindang, Sp.PD, dokter spesialis paru dr. Andi Yanti, Sp.P, serta Ancila Merdeka Ningsih,SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dan Nancy Damanik dari UPT Bapelkes Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah). Metode pembelajaran dilakukan secara klasikal melalui ceramah, tanya jawab, curah pendapat, diskusi kelompok, penugasan, hingga praktik lapangan (PKL) di dua lokasi yakni Puskesmas Kampung Baru dan Puskesmas Biak. Menurut Nurmasita, peserta yang memenuhi ketentuan kelulusan akan mendapatkan e-sertifikat pelatihan dari Kementerian Kesehatan RI dengan nilai SKP sesuai ketentuan. Diharapkan melalui pelatihan ini, kapasitas SDM kesehatan dalam penanggulangan penyakit tidak menular semakin meningkat, sehingga pelayanan di puskesmas dapat berjalan lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan. (*)   (BB/03)
Ad
Ad

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad